Bang Jusuf yang lagi gemes :-)
Terima kasih atas perhatiannya, you punya celetukan itu
disamping membuat orang jadi harus berfikir
juga membuat orang jadi gemes, betapa tidak?
> Menanyakan arti hidup bagaikan seekor ikan yang mencari air.
> (Ini pendapat saya lho.. :-).
Berapa banyak orang sudah mengeluh kepada Tuhan,
dengan ucapan: "Kalau aku harus hidup sengsara seperti begini
lebih baik aku enggak dilahirkan, sebab ini namanya nyiksa
orang,
bukannya berkat untuk saya! - Kenapa Tuhan nyiptain gue?"
Kenapa memikirkan orang lain? Pikirkan dulu diri sendiri saja.
Nah kalau sudah bisa menolong diri sendiri, baru kita mulai menengok
yang lainnya. Soal orang lain mengeluh biarkan saja. Yang jelas kita
tidak boleh ikut2an mengeluh.
Dan berapa puluh ribu orang yang merasa enggak puas
bahwa dia telah diciptakan di dunia fana ini
sehingga akhirnya ia mengambil jalan pintas "bunuh diri"!
dan kenapa banyak orang di ciptakan dalam keadaan cacad,
kalau barang sih bisa di kembalikan ke pabriknya,
tetapi bagaimana dengan manusia?
Itu karena mereka tidak menyadari betapa berharganya hidup ini, apakah
ini salah? Tentu tidak, monggo2 saja mau menilai hidup ini baik/jelek.
Sekarang nasib kita ada di tangan kita sendiri, ingin ikutan mereka
yang putus asa atau ingin ikut mereka yang mensyukuri hidup.
Kalau saya jujur saya sendiri s/d detik ini
belum tahu jawabannya yang pas
dan benar-benar cocok dan bisa digunakan untuk
setiap orang dan
setiap
agama, saya yakin rekan2 lainnya bisa memberikan
jawaban yg lebih tepat dan lebih pas begitu?
Saya juga tidak tahu. :-) Tetapi mengapa musti tahu? Saya jadi ingat
dulu mas Syahrazad pernah menulis: Sering orang lebih suka membicarakan
cangkir ketimbang meminum kopi di dalam cangkir itu. Nah begitu juga
dengan agama, sering orang membaca kitab suci sehingga lupa makan. :-)
Bagi saya sendiri, arti hidup tidak ditemukan dalam kata2, kata2 tidak
berarti lagi. Arti hidup saya temukan dalam sinar mentari pagi, dalam
program2 yang saya tulis, dalam sepiring nasi yang saya santap. Itulah
arti hidup bagi saya. Bagaimana nanti kalau masa hidup saya sudah habis?
Soal itu saya pasrah saja, sudah biar Dia yang menentukan. Mau
dimasukkan
neraka ya monggo2 saja, mau dimasukkan Surga, boleh juga, mau dilahirkan
lagi, saya juga tidak menolak. Itulah prinsip saya.
salam,
BS
______________________________________________________
______________________________________________________________________
Subscribe, unsubscribe, opt for a daily digest, or start a new e-group
at http://www.eGroups.com -- Free Web-based e-mail groups.