Katagori : Journey to Islam Oleh : Redaksi 23 Mar 2008 - 2:30 pm
Yusuf Estes Before
Yusuf Estes After Dr. Yusuf Estes lahir tahun 1944 di Ohio, AS. Tahun 1962 hingga 1990 ia bekerja sebagai musisi di gereja, penginjil sekaligus mengelola bisnis alat musik piano dan organ. Awal 1991 ia terlibat bisnis dengan seorang pengusaha Muslim asal Mesir bernama Muhammad Abd Rahim.
Awalnya ia bermaksud meng-Kristenkan pria Mesir itu. Namun akhirnya ia justru memeluk Islam diikuti oleh istri, anak-anak, ayah serta mertuanya. Ia menguasai bahasa Arab secara aktif, demikian juga ilmu Al-Quran selepas belajar di Mesir, Maroko dan Turki. Sejak 2006, Yusuf Estes secara regular tampil di PeaceTV , Huda TV , demikian pula IslamChannel yang bermarkas di Inggris. Ia juga muncul dalam serial televisi Islam untuk anak-anak bertajuk "Qasas Ul Anbiya" yang bercerita tentang kisah-kisah para Nabi.
Yusuf terlibat aktif di berbagai aktifitas dakwah. Misalnya, ia menjadi imam tetap di markas militer AS di Texas, dai di penjara sejak tahun1994, dan pernah menjadi delegasi PBB untuk perdamaian dunia. Syekh Yusuf telah meng-Islam-kan banyak kalangan, dari birokrat, guru, hingga pelajar. Berikut kisah Syekh Yusuf sebagaimana dituturkannya di situs www.islamtomorrow.com Di bawah ini adalah penuturannya.
***
Nama saya Yusuf Estes. Saat ini dipercaya memimpin sebuah organisasi bagi Muslim asli Amerika. Kini sepanjang hidup saya berikan untuk Islam. Saya berkeliling dunia untuk memberikan ceramah dan berbagi pengalaman bagaimana Islam hadir dalam diri saya. Organisasi kami terbuka untuk berdialog dengan berbagai kalangan. Misalnya para pemuka agama seperti pendeta, rabi (ulama kaum Yahudi-red) dan lainnya dimanapun mereka berada.
Kebanyakan medan kerja kami adalah kawasan institusional seperti pusat militer, universitas, hingga penjara. Tujuan utama adalah untuk menunjukkan Islam yang sebenarnya dan memperkenalkan bagaimana hidup sebagai seorang Muslim. Meskipun Islam saat ini berkembang sebagai salah satu agama terbesar kedua setelah Kristen, namun masih banyak saja terjadi misinformasi tentang Islam. Misalnya Islam selalu diidentikkan dengan hal berbau Arab.
Banyak orang bertanya pada saya bagaimana mungkin seorang pendeta atau pastur Kristen bisa masuk Islam. Padahal tiap hari kami menyampaikan kebenaran Kristen. Belum lagi dengan berita-berita negatif tentang perilaku buruk Islam di media. Pasti tidak ada orang yang tertarik dengan Islam. Pernah seorang pria Kristen bertanya pada saya melalui e- mail kenapa dan bagaimana saya meninggalkan Kristen dan masuk Islam. Saya berterima kasih pada semua yang bersedia mendengar kisah saya berikut ini. Semoga Allah ridha.
Keluarga Kristen taat Saya lahir di Ohio, besar dan bersekolah di Texas. Dalam tubuh saya mengalir darah Amerika, Irlandia dan Jerman hingga sering disebut WASP (white anglo saxon protestant). Keluarga kami adalah penganut Kristen yang sangat taat. Tahun 1949, ketika masih di bangku SD kami pindah ke Houston, Texas. Saya dan keluarga sering hadir secara rutin ke gereja. Malah saya dibaptis pada usia 12 tahun di Pasadena, masih Texas.
Sebagai seorang remaja, saya punya keinginan untuk bisa berkunjung ke banyak gereja di berbagai tempat guna menambah pengalaman dan pengetahuan Kristen. Kala itu saya benar-benar haus untuk mempelajari ajaran Kristen. Tidak hanya ajaran Kristen, bahkan ajaran Hindu, Budha, Yahudi,hingga Metafisika juga saya pelajari. Hanya satu ajaran yang saya tidak begitu serius dan bahkan tidak menaruh perhatian sama sekali, yakni Islam.
Saya suka musik terutama klasik. Hingga saya sering dapat undangan menyanyi di berbagai gereja. Di kisaran tahun 1960-an saya mengajar musik dan tahun 1963 punya studio sendiri di Laurel, Maryland yang saya beri nama "Estes Music Studios." Hingga tahun 1990 atau hampir 30 tahun lamanya saya bersama dengan ayah mengelola bisnis entertainment. Kami juga punya toko alat musik piano dan organ di Texas, Oklahoma hingga Florida.
Ayah dulu pernah aktif dalam aneka kegiatan gereja. Dari sekolah minggu hingga aktifitas penggalangan dana bagi pengembangan sekolah Kristen. Dia sangat menguasai Bibel dan juga terjemahannya. Melalui ayah pula saya belajar Bibel dalam berbagai versi dan terjemahan.
Ayah saya, seperti kebanyakan pendeta lainnya, selalu mendapat pertanyaan:"Apakah Tuhan yang menulis Bibel?" Biasanya jawabannya adalah: "Bibel adalah rangkaian kata inspirasi seorang lelaki yang berasal dari Tuhan." Itu bermakna, menurut saya, manusialah yang menulis Bibel. Tentu saja, selama bertahun-tahun, jawaban itu menimbulkan banyak tanggapan bahkan penolakan. Namun ayah selalu menambahkan,"Akan tetapi (Bibel) itu tetap kata dari Tuhan yang diilhamkan kepada manusia." Begitulah.
Mencari Tuhan Beranjak dewasa dan memiliki usaha sendiri, akhirnya saya "menyerah". Saya tidak mungkin jadi seorang pendeta. Saya takut bermental hipokrit. Saya belum bisa menerima tentang konsep Tuhan itu satu namun pada saat yang sama Dia menjadi "Tiga" atau Trinitas. Saya selalu bertanya-tanya, jika Dia "Tuhan Bapa" bagaimana mungkin pada saat yang sama juga menjadi "Anak Tuhan?"
Selama bertahun-tahun saya mencoba mencari Tuhan dengan berbagai cara. Saya pelajari dan cek dalam agama Budha, Hindu Metafisika, Taoisme, Yahudi dan banyak lagi. Bertahun-tahun saya pelajari hingga mendekati usia ke-50 saya belum menemukan siapa Tuhan yang sebenarnya. Lalu saya mencoba bergaul dengan banyak kalangan, termasuk dengan para evangelis dan penginjil yang punya pengalaman di berbagai tempat dan negara. Kami sering melakukan perjalanan jauh. Namun tidak ada jawaban yang memuaskan. Tidak ada yang mau menjawab siapa yang menulis Bibel sebenarnya, kenapa Bibel banyak versi padahal bukunya sama, kenapa banyak sekali terdapat kesalahan versi terkini dengan versi terdahulu. Dan, bahkan, dalam berbagai versi Bibel, saya tidak menemukan satupun kata "Trinitas."
Kolega saya akhirnya tidak mampu meyakinkan saya. Mereka lelah mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan-pertanyaan "nyeleneh" tersebut. Sampai akhirnya datanglah satu kejadian yang merupakan awal perjumpaan saya dengan Islam. Kejadian yang akhirnya meruntuhkan semua konsep- konsep dan keyakinan-keyakinan yang telah membebani saya selama bertahun-tahun. Solusi dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya datang justru dengan cara, yang menurut saya, aneh dan ganjil.
Jumpa pria Mesir Ceritanya, awal 1991 ayah mencoba menjalin bisnis dengan seorang pengusaha dari Mesir. Ia meminta saya untuk bertemu dengan pria Mesir itu. Bagi saya inilah kali pertama mengadakan kontak bisnis internasional. Yang saya tahu tentang Mesir adalah piramid, patung Sphinx, dan sungai Nil. Hanya itu. Lalu ayah menyebut bahwa pria itu seorang Muslim.
Apa? Islam? Saya tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Menjalin hubungan dengan orang Islam? Spontan batin saya menolak. Tidak, no way! Saya mengingatkan ayah agar membatalkan kontak dengan pria itu dengan menyebut hal-hal negatif tentang orang Islam. Orang Islam teroris, pembajak, penculik, pengebom, dan entah apa lagi. Saya sebut juga mereka (orang Islam) tidak percaya dengan Tuhan, tiap hari kerjanya mencium tanah lima kali sehari, dan menyembah kotak hitam di tengah padang pasir (maksudnya Ka'bah-red.). Tidak! Saya tidak mau jumpa orang itu.
Ayah tetap mendesak. Ia menyebut orang itu sangat ramah dan baik hati. Akhirnya saya menyerah dan bersedia bertemu dengan pengusaha Islam tersebut. Tapi untuk pertemuan tersebut saya buat semacam "aturan" khusus. Antara lain; saya mau bertemu dengannya pada hari Minggu setelah kegiatan di gereja, sehingga punya "kekuatan" kala bertemu nanti. Saya musti bawa Bibel, pakai baju jubah dan peci ala gereja bertuliskan "Yesus Tuhan Kami." Istri dan kedua anak perempuan saya juga harus datang di saat pertemuan pertamakali dengan orang Islam itu.
Tibalah hari H. Ketika saya masuk toko, langsung saya tanya pada ayah mana orang Islam itu. Ayah menunjuk seorang laki-laki di dekatnya. Mendadak saya dilanda kebingungan. Ah sepertinya pria itu bukan si Islam yang dimaksud. Hati saya membatin. Penampilannya tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Laki-laki asal Mesir itu tidak berjanggut, bahkan tidak punya rambut sama sekali alias botak. Ia tidak bersorban dan tidak pula berjubah. Malah pakai jas.
Spontan saya mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Mengamati orang- orang yang hadir. Saya mencari-cari orang yang pakai jubah dengan surban melilit di kepalanya, berjenggot lebat serta alis mata tebal. Khas orang Arab. Namun tidak ada seorangpun yang memenuhi kriteria saya. Yang lebih mengejutkan, pria itu malah menegur saya dengan sangat ramah. Ia menyambut dan menjabat tangan saya dengan hangat. Namun saya tidak terkesan dengan tingkahnya itu. Hanya ada satu pikiran, yakni bagaimana meng-Kristenkan pria Mesir itu.
Interogasi Selepas perkenalan singkat, saya pun mulai "menginterogasi" pria Mesir tersebut. Anda percaya dengan Tuhan? tanya saya mengawali. Pria itu menjawab ya. Saya mencocornya lagi dengan rentetan pertanyaan lain seperti keyakinan Islam kepada Nabi Adam, Ibrahim. Musa, Daud, Sulaiman hingga Isa Al-Masih. Saya dibuat terpana kala mendengar jawabannya. Ia menjelaskan Islam percaya dengan Nabi-Nabi yang saya sebut tadi. Bahkan makin ternganga kala diberitahu Islam juga beriman dengan salah satu Kitab Allah yakni Injil dan Nabi Isa adalah salah satu utusan-Nya. Fantastik!
Yang bikin saya syok adalah tatkala mengetahui ternyata Islam juga percaya dengan Almasih (baca: Nabi Isa). Dalam Islam ternyata Isa diimani; sebagai utusan Tuhan dan bukan Tuhan, lahir tanpa seorang ayah, ibunya adalah Maryam. Ini sudah lebih dari cukup bagi saya untuk mempelajari Islam lebih lanjut. Ah padahal sebelumnya saya sangat benci dengan Islam. Kini saya harus mempelajarinya? Bagaimana mungkin?
Akhirnya kami jadi sering bertemu dan berdiskusi terutama tentang keimanan. Pria ini sangat lain. Ramah, kalem, dan terkesan pemalu. Ia mendengar dengan serius setiap kata-kata
...
laaaah ....... kabenaran teteb kabenaran biarpun dari sapah atawa darimanah dateng- é. its recognition requires insight and inspiration loh. dan ...... obloq-oblog teteb obloq-oblog biarpun dari sapah atawa darimanah-pun dateng-é. and its recognition doesn't really require insight and inspiration loh.
> laaaah ....... > kabenaran teteb kabenaran biarpun dari sapah atawa darimanah dateng- > é. > its recognition requires insight and inspiration loh. > dan ...... > obloq-oblog teteb obloq-oblog biarpun dari sapah atawa darimanah-pun > dateng-é. > and its recognition doesn't really require insight and inspiration > loh.
> > -- > > dg
Berbahagialah kang dar, ente selamat karena bisa mbedain antara nyang bener dan nyang obloq2 . Ajaran oblok2 akan membawa mereka tersiksa di api yang tak tertahankan panasnya.
On Mar 27, 7:24 pm, gatho <gathol...@yahoo.com> wrote:
> Berbahagialah kang dar, ente selamat karena bisa mbedain antara nyang > bener dan nyang obloq2 . > Ajaran oblok2 akan membawa mereka tersiksa di api yang tak tertahankan > panasnya.
dalam ajaran oblok2 , sorga dan neraka cumiQ ada di akhèrat. dalam ajaran leumpeng , sorga dan neraka iku ada didonia dan akhèrat.
> > laaaah ....... > > kabenaran teteb kabenaran biarpun dari sapah atawa darimanah dateng- > > é. > > its recognition requires insight and inspiration loh. > > dan ...... > > obloq-oblog teteb obloq-oblog biarpun dari sapah atawa darimanah-pun > > dateng-é. > > and its recognition doesn't really require insight and inspiration > > loh.
> > > -- > > > dg
> Berbahagialah kang dar, ente selamat karena bisa mbedain antara nyang > bener dan nyang obloq2.
samowa orang bisah mbèdaken, kalu mao. iku masalahmao nggak mao, kalu akal-é misik sè-at.
> Ajaran oblok2 akan membawa mereka tersiksa di api yang tak tertahankan > panasnya.
betul. api iku lambang kebersi-an. dianyah mbakar abis hal-hal nyang kotor dan sipat api adalah ngubah dan mberikan tenaga (energi) membentuk hal- hal baru.
> laaaah ....... > kabenaran teteb kabenaran biarpun dari sapah atawa darimanah dateng- > é. > its recognition requires insight and inspiration loh. > dan ...... > obloq-oblog teteb obloq-oblog biarpun dari sapah atawa darimanah- pun > dateng-é. > and its recognition doesn't really require insight and inspiration > loh.
jaka sembong mbawak gobloGG ....
nggak relevaaaaannnn .....
kalok pas Sipenmaru dulu, untok jenis soal pilihan berganda ini tromasok jawaban dengan kategori "Bener, Bener, tapi gak berhubungan"
>>> Kalau isi suatu website dicopy-paste ke website lain, itu namanya >>> "mirroring".
>> lha kalok kayak sekarang, isi website (www) di "copas" ke NG (nntp)
>> namanya pah-A Pid ??
> Archiving .... :)
lhaaa kalok ada nyang baru bisa maenan NG larut malam setelah na'ak nya seletsei makek laptop buwat mblajar dan mbiken tugas singkola, berhubong cumming punya 1 laptop/kumpiter di rumah, itu juga bole dikasih orang,
Laaaaaaa itu namanya pah'A ayooooooo ....... ?? heheheheheheheh
Pale-Lo-Botakk !! wrote: > lhaaa kalok ada nyang baru bisa maenan NG larut malam setelah na'ak > nya seletsei makek laptop buwat mblajar dan mbiken tugas singkola, > berhubong cumming punya 1 laptop/kumpiter di rumah, itu juga bole > dikasih orang,
Ah, ndak. Beliau sebenarnya adalah seorang pemilik Warnet yang paling top di kawasan Papringan, Yogyakarta. Selain memiliki jaringan Warnet, beliau juga mengelola sebuah Internet Provider, yang berlokasi di kawasan yang sama.
-- best, dg "Science is not a set of findings but the search for them."
On 28 Mar, 03:28, David G <dvdg...@gmail.com> wrote:
>> Ah, ndak. Beliau sebenarnya adalah seorang pemilik Warnet yang paling >> top di kawasan Papringan, Yogyakarta. Selain memiliki jaringan Warnet, >> beliau juga mengelola sebuah Internet Provider, yang berlokasi di >> kawasan yang sama.
On 28 Mar, 01:37, "Pale-Lo-Botakk !!" <pale-lo-pe...@gmail03.com> wrote:
>> lhaaa kalok ada nyang baru bisa maenan NG larut malam setelah na'ak
.> nya seletsei makek laptop buwat mblajar dan mbiken tugas singkola,
>> berhubong cumming punya 1 laptop/kumpiter di rumah, itu juga bole >> dikasih orang, >> Laaaaaaa itu namanya pah'A ayooooooo ....... ?? heheheheheheheh
jangan gitu aahh kon.. saynyah emang miskin, tapi jangan dihina.. pan kata'e jesus kalok orang kayak iku susah masup sorga'e.. mending onta masup lobang jarum loh..
naahh kalok macem palkon nyang kaya raya trilyuner...rumah di bsd 1 hektar.. punyak kompiter segambrenk, jalan2 ke rek right sistrik (apah kon ucapn'e ?? kok saynyah susah banget je ngucapine.).. ngafe sambil maenan hotspot (keleru ndak.. apah.. maen spot nyang hot sambil ngafe??) iku gampang masup sorga ndak kon ??
orang kayak raya endak gampang masup sorga, tapi kalok percoyo jesus yah bisak ditebus dan gampang2 ajah.. dadi kayak raya endak masalah... onta'e bisak disulab dadi kutukupret.. apah bgitu ajarane ??... :-)
>> lhaaa kalok ada nyang baru bisa maenan NG larut malam setelah na'ak >> nya seletsei makek laptop buwat mblajar dan mbiken tugas singkola, >> berhubong cumming punya 1 laptop/kumpiter di rumah, itu juga bole >> dikasih orang,
> Ah, ndak. Beliau sebenarnya adalah seorang pemilik Warnet yang paling > top di kawasan Papringan, Yogyakarta. Selain memiliki jaringan Warnet, > beliau juga mengelola sebuah Internet Provider, yang berlokasi di > kawasan yang sama.
lhaaa wong ane ngomongin belio nyang berdosimili ehh domisili di Betawi bokan Jogja , weeeekkkks :))
wah kalok mBah gatholoco64 mah udah jadi konglomerat warnet sak'antero DIY Jogjakarta, jaaaoooh beda dengan belio nyang harus sharing laptop sak'biji dng anaknya nyang harus diprioritaskan makek, soalnya untok buat PR dan belajar :)
kasimaaaaann :(, padahil ngakunya sering klowar masup estana, beli laptop/PC satu biji lagi aja HORA ISO looh, HORA ISOOO .......
> > pan satu2nya kabisaaan kang D3 nyang paleng menonjol , dah dari dulu :)
> > kemenong aja Pid ??
> Kalau isi suatu website dicopy-paste ke website lain, itu namanya > "mirroring".
bisa jugah nama-é "dissemination of information".
> Dari pada repot-repot, lebih baik para hadirin dipersilahkan > berduyun-duyun mengunjungiwww.hidayatullah.com. Ditanggung lengkap dan > memuaskan!
tapinyah iku malahan mrèpotken sayanyah, lamtaran kudu ninggalin NG/ SCI dulu. iku ngabis-ngabis-in weketu. orang nyang bisah dipercaya dah cukup memoasken. kalu tukang ngibul kayak si mBill nyang ngotip, iku memang sussa buwat dipracaya. kudu dicheck. laaaaahhh....mesin ecg kata dianyah nggak adah nyang bisah ngukur tensi darah sakalian. dan dry ice adah asep-é. dari site internet manah tuh pangatuan dongok iku dianyah dapet yak ?
> On 27 mrt, 18:44, David G <dvdg...@gmail.com> wrote: >> Bubul Yayam wrote: >> > weketu tgl. 27 Mar 2008, kang David G. dipostingan >> > news:d7caf8ca-a529- >> > 41b6-8afd-789e79b82...@f63g2000hsf.googlegroups.com, mbiLLangk'e >> > kayak g > ini >> > :
>> > pan satu2nya kabisaaan kang D3 nyang paleng menonjol , dah dari >> > dulu :)
>> > kemenong aja Pid ??
>> Kalau isi suatu website dicopy-paste ke website lain, itu namanya >> "mirroring".
> bisa jugah nama-? "dissemination of information".
>> Dari pada repot-repot, lebih baik para hadirin dipersilahkan >> berduyun-duyun mengunjungiwww.hidayatullah.com. Ditanggung lengkap >> dan memuaskan!
> tapinyah iku malahan mr?potken sayanyah, lamtaran kudu ninggalin NG/ > SCI dulu. > iku ngabis-ngabis-in weketu.
wah ngawoor
> orang nyang bisah dipercaya dah cukup memoasken. > kalu tukang ngibul kayak si mBill nyang ngotip, iku memang sussa buwat
wah ngawoor juga
> dipracaya. > kudu dicheck. > laaaaahhh....mesin ecg kata dianyah nggak adah nyang bisah ngukur > tensi darah sakalian. > dan dry ice adah asep-?. > dari site internet manah tuh pangatuan dongok iku dianyah dapet yak ?
wahh ngawooooor lage, ngawoor lageeeeee ........ ente dongok kok dipelihara sik kang D3 ?
Pale-Lo-Botakk !! wrote: > lhaaa kalok ada nyang baru bisa maenan NG larut malam setelah na'ak > nya seletsei makek laptop buwat mblajar dan mbiken tugas singkola, > berhubong cumming punya 1 laptop/kumpiter di rumah, itu juga bole > dikasih orang,
> Laaaaaaa itu namanya pah'A ayooooooo ....... ?? heheheheheheheh
That's a special case mbiLL. Kalo semangkin oce, sich mestinya oce oce saja. Tapi kalo dah ga tao mo mbiLLangke apa sampe lawan bicara e didera cambuk 1429 X ama Justice Bao....... isi kendiri lah...
> Katagori : Journey to Islam > Oleh : Redaksi 23 Mar 2008 - 2:30 pm
> Yusuf Estes Before
> Yusuf Estes After > Dr. Yusuf Estes lahir tahun 1944 di Ohio, AS. Tahun 1962 hingga 1990 > ia bekerja sebagai musisi di gereja, penginjil sekaligus mengelola > bisnis alat musik piano dan organ. Awal 1991 ia terlibat bisnis dengan > seorang pengusaha Muslim asal Mesir bernama Muhammad Abd Rahim.
> Awalnya ia bermaksud meng-Kristenkan pria Mesir itu. Namun akhirnya ia > justru memeluk Islam diikuti oleh istri, anak-anak, ayah serta > mertuanya. Ia menguasai bahasa Arab secara aktif, demikian juga ilmu > Al-Quran selepas belajar di Mesir, Maroko dan Turki. Sejak 2006, Yusuf > Estes secara regular tampil di PeaceTV , Huda TV , demikian pula > IslamChannel yang bermarkas di Inggris. Ia juga muncul dalam serial > televisi Islam untuk anak-anak bertajuk "Qasas Ul Anbiya" yang > bercerita tentang kisah-kisah para Nabi.
> Yusuf terlibat aktif di berbagai aktifitas dakwah. Misalnya, ia > menjadi imam tetap di markas militer AS di Texas, dai di penjara sejak > tahun1994, dan pernah menjadi delegasi PBB untuk perdamaian dunia. > Syekh Yusuf telah meng-Islam-kan banyak kalangan, dari birokrat, guru, > hingga pelajar. Berikut kisah Syekh Yusuf sebagaimana dituturkannya di > situswww.islamtomorrow.comDi bawah ini adalah penuturannya.
> ***
> Nama saya Yusuf Estes. Saat ini dipercaya memimpin sebuah organisasi > bagi Muslim asli Amerika. Kini sepanjang hidup saya berikan untuk > Islam. Saya berkeliling dunia untuk memberikan ceramah dan berbagi > pengalaman bagaimana Islam hadir dalam diri saya. Organisasi kami > terbuka untuk berdialog dengan berbagai kalangan. Misalnya para pemuka > agama seperti pendeta, rabi (ulama kaum Yahudi-red) dan lainnya > dimanapun mereka berada.
> Kebanyakan medan kerja kami adalah kawasan institusional seperti pusat > militer, universitas, hingga penjara. Tujuan utama adalah untuk > menunjukkan Islam yang sebenarnya dan memperkenalkan bagaimana hidup > sebagai seorang Muslim. Meskipun Islam saat ini berkembang sebagai > salah satu agama terbesar kedua setelah Kristen, namun masih banyak > saja terjadi misinformasi tentang Islam. Misalnya Islam selalu > diidentikkan dengan hal berbau Arab.
> Banyak orang bertanya pada saya bagaimana mungkin seorang pendeta atau > pastur Kristen bisa masuk Islam. Padahal tiap hari kami menyampaikan > kebenaran Kristen. Belum lagi dengan berita-berita negatif tentang > perilaku buruk Islam di media. Pasti tidak ada orang yang tertarik > dengan Islam. Pernah seorang pria Kristen bertanya pada saya melalui e- > mail kenapa dan bagaimana saya meninggalkan Kristen dan masuk Islam. > Saya berterima kasih pada semua yang bersedia mendengar kisah saya > berikut ini. Semoga Allah ridha.
> Keluarga Kristen taat > Saya lahir di Ohio, besar dan bersekolah di Texas. Dalam tubuh saya > mengalir darah Amerika, Irlandia dan Jerman hingga sering disebut WASP > (white anglo saxon protestant). Keluarga kami adalah penganut Kristen > yang sangat taat. Tahun 1949, ketika masih di bangku SD kami pindah ke > Houston, Texas. Saya dan keluarga sering hadir secara rutin ke gereja. > Malah saya dibaptis pada usia 12 tahun di Pasadena, masih Texas.
> Sebagai seorang remaja, saya punya keinginan untuk bisa berkunjung ke > banyak gereja di berbagai tempat guna menambah pengalaman dan > pengetahuan Kristen. Kala itu saya benar-benar haus untuk mempelajari > ajaran Kristen. Tidak hanya ajaran Kristen, bahkan ajaran Hindu, > Budha, Yahudi,hingga Metafisika juga saya pelajari. Hanya satu ajaran > yang saya tidak begitu serius dan bahkan tidak menaruh perhatian sama > sekali, yakni Islam.
> Saya suka musik terutama klasik. Hingga saya sering dapat undangan > menyanyi di berbagai gereja. Di kisaran tahun 1960-an saya mengajar > musik dan tahun 1963 punya studio sendiri di Laurel, Maryland yang > saya beri nama "Estes Music Studios." Hingga tahun 1990 atau hampir 30 > tahun lamanya saya bersama dengan ayah mengelola bisnis entertainment. > Kami juga punya toko alat musik piano dan organ di Texas, Oklahoma > hingga Florida.
> Ayah dulu pernah aktif dalam aneka kegiatan gereja. Dari sekolah > minggu hingga aktifitas penggalangan dana bagi pengembangan sekolah > Kristen. Dia sangat menguasai Bibel dan juga terjemahannya. Melalui > ayah pula saya belajar Bibel dalam berbagai versi dan terjemahan.
> Ayah saya, seperti kebanyakan pendeta lainnya, selalu mendapat > pertanyaan:"Apakah Tuhan yang menulis Bibel?" Biasanya jawabannya > adalah: "Bibel adalah rangkaian kata inspirasi seorang lelaki yang > berasal dari Tuhan." Itu bermakna, menurut saya, manusialah yang > menulis Bibel. Tentu saja, selama bertahun-tahun, jawaban itu > menimbulkan banyak tanggapan bahkan penolakan. Namun ayah selalu > menambahkan,"Akan tetapi (Bibel) itu tetap kata dari Tuhan yang > diilhamkan kepada manusia." Begitulah.
> Mencari Tuhan > Beranjak dewasa dan memiliki usaha sendiri, akhirnya saya "menyerah". > Saya tidak mungkin jadi seorang pendeta. Saya takut bermental > hipokrit. Saya belum bisa menerima tentang konsep Tuhan itu satu namun > pada saat yang sama Dia menjadi "Tiga" atau Trinitas. Saya selalu > bertanya-tanya, jika Dia "Tuhan Bapa" bagaimana mungkin pada saat yang > sama juga menjadi "Anak Tuhan?"
> Selama bertahun-tahun saya mencoba mencari Tuhan dengan berbagai cara. > Saya pelajari dan cek dalam agama Budha, Hindu Metafisika, Taoisme, > Yahudi dan banyak lagi. Bertahun-tahun saya pelajari hingga mendekati > usia ke-50 saya belum menemukan siapa Tuhan yang sebenarnya. Lalu saya > mencoba bergaul dengan banyak kalangan, termasuk dengan para evangelis > dan penginjil yang punya pengalaman di berbagai tempat dan negara. > Kami sering melakukan perjalanan jauh. Namun tidak ada jawaban yang > memuaskan. Tidak ada yang mau menjawab siapa yang menulis Bibel > sebenarnya, kenapa Bibel banyak versi padahal bukunya sama, kenapa > banyak sekali terdapat kesalahan versi terkini dengan versi terdahulu. > Dan, bahkan, dalam berbagai versi Bibel, saya tidak menemukan satupun > kata "Trinitas."
> Kolega saya akhirnya tidak mampu meyakinkan saya. Mereka lelah mencari > jawaban yang tepat atas pertanyaan-pertanyaan "nyeleneh" tersebut. > Sampai akhirnya datanglah satu kejadian yang merupakan awal perjumpaan > saya dengan Islam. Kejadian yang akhirnya meruntuhkan semua konsep- > konsep dan keyakinan-keyakinan yang telah membebani saya selama > bertahun-tahun. Solusi dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya > datang justru dengan cara, yang menurut saya, aneh dan ganjil.
> Jumpa pria Mesir > Ceritanya, awal 1991 ayah mencoba menjalin bisnis dengan seorang > pengusaha dari Mesir. Ia meminta saya untuk bertemu dengan pria Mesir > itu. Bagi saya inilah kali pertama mengadakan kontak bisnis > internasional. Yang saya tahu tentang Mesir adalah piramid, patung > Sphinx, dan sungai Nil. Hanya itu. Lalu ayah menyebut bahwa pria itu > seorang Muslim.
> Apa? Islam? Saya tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Menjalin > hubungan dengan orang Islam? Spontan batin saya menolak. Tidak, no > way! Saya mengingatkan ayah agar membatalkan kontak dengan pria itu > dengan menyebut hal-hal negatif tentang orang Islam. Orang Islam > teroris, pembajak, penculik, pengebom, dan entah apa lagi. Saya sebut > juga mereka (orang Islam) tidak percaya dengan Tuhan, tiap hari > kerjanya mencium tanah lima kali sehari, dan menyembah kotak hitam di > tengah padang pasir (maksudnya Ka'bah-red.). Tidak! Saya tidak mau > jumpa orang itu.
> Ayah tetap mendesak. Ia menyebut orang itu sangat ramah dan baik hati. > Akhirnya saya menyerah dan bersedia bertemu dengan pengusaha Islam > tersebut. Tapi untuk pertemuan tersebut saya buat semacam "aturan" > khusus. Antara lain; saya mau bertemu dengannya pada hari Minggu > setelah kegiatan di gereja, sehingga punya "kekuatan" kala bertemu > nanti. Saya musti bawa Bibel, pakai baju jubah dan peci ala gereja > bertuliskan "Yesus Tuhan Kami." Istri dan kedua anak perempuan saya > juga harus datang di saat pertemuan pertamakali dengan orang Islam > itu.
> Tibalah hari H. Ketika saya masuk toko, langsung saya tanya pada ayah > mana orang Islam itu. Ayah menunjuk seorang laki-laki di dekatnya. > Mendadak saya dilanda kebingungan. Ah sepertinya pria itu bukan si > Islam yang dimaksud. Hati saya membatin. Penampilannya tidak seperti > yang saya bayangkan sebelumnya. Laki-laki asal Mesir itu tidak > berjanggut, bahkan tidak punya rambut sama sekali alias botak. Ia > tidak bersorban dan tidak pula berjubah. Malah pakai jas.
> Spontan saya mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Mengamati orang- > orang yang hadir. Saya mencari-cari orang yang pakai jubah dengan > surban melilit di kepalanya, berjenggot lebat serta alis mata tebal. > Khas orang Arab. Namun tidak ada seorangpun yang memenuhi kriteria > saya. Yang lebih mengejutkan, pria itu malah menegur saya dengan > sangat ramah. Ia menyambut dan menjabat tangan saya dengan hangat. > Namun saya tidak terkesan dengan tingkahnya itu. Hanya ada satu > pikiran, yakni bagaimana meng-Kristenkan pria Mesir itu.
> Interogasi > Selepas perkenalan singkat, saya pun mulai "menginterogasi" pria Mesir > tersebut. Anda percaya dengan Tuhan? tanya saya mengawali. Pria itu > menjawab ya. Saya mencocornya lagi dengan rentetan pertanyaan lain > seperti keyakinan Islam kepada Nabi Adam, Ibrahim. Musa, Daud, > Sulaiman hingga Isa Al-Masih. Saya dibuat terpana kala mendengar > jawabannya. Ia menjelaskan Islam percaya dengan Nabi-Nabi yang saya > sebut tadi. Bahkan makin ternganga kala diberitahu Islam juga beriman > dengan salah satu Kitab Allah yakni Injil dan Nabi Isa adalah salah > satu utusan-Nya. Fantastik!
> Yang bikin saya syok adalah tatkala mengetahui ternyata Islam juga > percaya dengan Almasih (baca: Nabi Isa). Dalam Islam ternyata Isa > diimani; sebagai utusan Tuhan dan bukan Tuhan, lahir tanpa