1882 M Imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina sebagai keberhasilan
kampanye Inggris dan Zionis yang berselubung agama, simpati dan kemanusiaan
bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.
1891 M Para tokoh pribumi Palestina di Yerusalem mengirimkan petisi kepada
pemerintah Ottoman di Konstantinopel (Istambul), menuntut dilarangnya
imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina.
1896 M Yahudi di bawah Theodore Herzl telah merampungkan sebuah doktrin
baru Zionisme sebagai langkah gerakan politik untuk mendirikan negara
Yahudi/Israel.
Mereka mendapat inspirasi untuk menunggangi negara besar dalam merealisir
rencana mereka.
1897 m Theodore Herzl menggelar kongres Zionis dinia pertama di Basle,
Swiss. Kongres itu bercita-cita mendirikan negara Israel di Palestina.
Keputusan Zionis itu mendapat dukungan Inggris karena sesuai dengan
politik imperialisme Inggris.
1916 M Perjanjian rahasia (persekongkolan) Sykes-Picot oleh sekutu -
Inggris, Perancis dan Rusia yang dibuat di saat yang tepat, yaitu meletusnya
perang dunia I, untuk mencengkram wilayah Arab dari kesultanan Ottoman
dan membagi- bagikannya di antara mereka. Inggris memperoleh pengendalian
terbesar atas Palestina. Kecuali Galilea di bawah Perancis, bagian selatan
dan Yerusalem diurus bersama. Sedang Syiria dan Libanon bagi Perancis.
1917 M Menteri luar negeri Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour,
dalam deklarasi Balfour, memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord
Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina
dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi di Palestina. Lima tahun
kemudian, Liga Bangsa-bangsa - sekarang PBB - memberikan mandat kepada
Inggris untuk menguasai Palestina.
1929 M Setelah pecahnya serangkaian pertikaian antara pribumi Arab Palestina
dengan para pemukin Yahudi, maka inggris mengirim komisi Shaw dan John Hope
Simpson untuk menyelidiki. Dan merekapun menyimpulkan bahwa imigrasi besar-
besaran Yahudilah penyebabnya.
Passifield White Paper dikeluarkan dari hasil perundingan utusan Inggris
dengan
utusan Palestina. Rekomendasi tersebut untuk mengatasi pertikaian-pertikaian
yang
telah meledak antara pribumi Arab Palestina dengan minoritas pemukim Yahudi
dan pemukim baru Zionis. Isinya menegaskan pembatasan yang ketat terhadap
Imigrasi orang-orang Yahudi yang merupakan pangkal kerusuhan di sana.
1931 M Perdana Menteri Inggris Ramsey Mac Donald secara tegas menolak
Passifield White Paper dalam surat resminya kepada tokoh zionis Chaim
Wizman.
Sebagai akibatnya arus imigran Yahudi semakin meledak. Dan ini menyebabkan
peningkatan kerusuhan Arab-Yahudi sepanjang dekade 1930-an.
1936 M Rakyat Arab Palestina memberontak terhadap pendudukan Inggris dalam
upaya menghentikan imigran Yahudi yang semakin deras atas dukungan Inggris
merampas ruang hidup rakyat palestina. Satuan-satuan Inggris, pemukiman
Yahudi dan pemukiman baru Zionis mendapatkan serangan.
1937 M Kongres Pan Arab diadakan di Bludan, Syria, yang membahas masalah
Palestina dengan menentukan sikap bersama Arab.
1938 M Kongres antara parlemen negara-negara Arab dan Islam diadakan di
Kairo untuk pembelaan Palestina. Dicetuskan resolusi yang menuntut
penghentian
imigrasi orang-orang Yahudi dan pembentukan negara Palestina merdeka,
sebagai negara arab yang bersatu dan berswapraja.
1939 M Setelah kegagalan Inggris menciptakan rekonsiliasi Arab Zionis atas
masalah Palestina dalam Konferensi London, maka Inggris menerbitkan apa yang
disebut sebagai buku putih yang memberlakukan pembatasan terhadap imigrasi
Yahudi ke Palestina di masa depan. Namun nyatanya buku putih itu hanya
pengelabuan terhadap bangsa Arab. Inggris ternyata menolak melaksanakan isi
buku butih itu dan tetap melaksanakan Deklarasi Balfour.
1944 M Inggris secara terbuka memaparkan politiknya suatu kongres partai
buruh yang berkuasa, yakni, "Membiarkan orang-orang Yahudi terus masuk
negeri itu, jika mereka menghendaki menjadi mayoritas. Masuknya mereka
terus-menerus akan juga mendorong keluarnya pribumi arab dari sana".
1947 M PBB memberikan rekomendasi pemecahan Palestina menjadi dua,
negara Arab dan Israel. Hal ini menampar prinsip keadilan. Suatu tragedi
yang
dipaksakan imperialis dan Zionis bersama-sama.
1948 M Inggris mundur dari Palestina karena mandatnya dari PBB sudah habis.
Para pemukim Yahudi mengumumkan kemerdekaan negara Israel, sambil
melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih amat lemah,
sehingga menimbulkan peperangan dengan negara-negara Arab tetangganya.
sebelum pelaksanaan pembagian wilayah, Israel berhasil merebut daerah Arab
Palestina yang telah ditetapkan PBB. Sedangkan tepi barat (wilayah Yordania)
Jalur Gaza (wilayah Mesir) masih berada di tangan Arab.
1948 13 Mei Atas perintah Inggris pasukan Yordania yang dipimpin oleh
panglima bangsa Inggris ditarik dari Palestina bersama pencegahan passukan-
pasukan Arab lainnya memasuki Palestina. Itu semua menjelang habisnya masa
perwalian Inggris di Palestina.
Gerombolan-gerombolan bersenjata Zionis menyerang dan membantai Pribumi
Palestina termasuk perempuan dan anak-anak dalam jumlah yang mengerikan di
ssetiap kota dan desa, antara lain Dyr Yassin, Haifa, Yerussalem, Jaffa dan
Theberia dll. Kota-kota dan desa-desa tersebut direbut dan penduduknya
mereka kosongkan, sebagian terbantai dan sebagian mengungsi ke luar.
1948 14 Mei Yahudi mengumumkan berdirinya negara Zionis Israel disaat yang
tepat, yaitu sehari sebelum Inggris resmi meninggalkan Palestina dalam masa
perwaliannya yang hampir habis. Hingga lahirlah negara baru Israel dalam
perlindungan imperialis Inggris. Suatu perencanaan yang paling cermat dalam
sejarah imperialisme.
1948 15 Mei Inggris resmi meniggalkan Palestina saat agresi Yahudi
bersenjata masih berlangsung terhadap rakyat Palestina yang masih amat
lemah. Suatu kesempatan bagi Yahudi untuk menduduki lebih banyak lagi
wilayah sebelum pelaksanaan pembagian wilayah oleh PBB bila sudah
diserahkan Inggris.
Gerombolan Zionis Israel dari gerombolan Hagana, Irgun dan lainnya dengan
brutal masih menyerbu, kini ke Negeve (selatan Palestina) di saat pejuang
Palestina makin terpojok. Dua negar Arab, Irak dan Yordania di bawah
Abdullah dan Raja Abdullah telah diatur oleh Inggris berkhianat kepada
rakyat
Palestina.
Belakangan diketahui bahwa tanpa sepengetahuan dunia Arab, Raja Abdullah
telah berkhianat dengan membuat persetujuan rahasia dengan Inggris. Ia
menyetujui pembagian Palestina. Ini disembunyikan dengan rapi, dengan
membuat pernyataan palsu tentang pembelannya terhadap Palestina.
1948 Okt. Akhirnya Yahudi merebut Negeve (Negeb) karena segala
kemudahan dari Inggris, disebabkan pula oleh keterpukauan para pemimpin
Arab saat itu. Inggris menyadari benar arti pentingnya Negeve untuk
menguasai
terusan Suez.
1948 2 Des. Protes keras Liga Arab karena tindakan Amerika serta usaha-usaha
sekutunya Inggris berupa dorongan-dorongan dan fasilitas yang mereka berikan
terus bagi imigrasi Zionis ke Palestina.