1956 Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser menasionalisasikan terusan Suez.
29 Okt. Israel dengan bantuan pasukan Inggris dan Perancis melancarkan
serangan ke semenanjung Sinai sampai mendekati terusan Suez. Karena
mendapatkan tekanan dari Amerika Serikat, Inggris dan Perancis menarik
pasukannya. Peristiwa ini sebagai bukti, Zionis adalah ujung tombak
imperialis Barat di Timur Tengah.
1958 Perang saudara di Libanon meletus untuk pertama kalinya sebagai ke-
lanjutan dari politik devide et impera yang ditanamkan Inggris dan Zionis.
1964 Para pemimpin Arab memutuskan pembentukan PLO (Palestina Liberation
Organitation).
1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syiria selama enam hari dengan
dalih serangan pencegahan. Israel berhasil merebut semenanjung Sinai dan
jalur
Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem
(Yordania). Israel dengan mudah menghancurkan angkatan udara ketiga negara
itu
karena memperoleh bantuan informasi intelejen yang berasal dari Amerika
sebelum melaksanakan serangan itu.
1967 Nov. Dewan keamanan PBB mengeluarkan resolusi nomor 242, untuk
perintah penarikan mundur Israel dari wilayah yang direbutnya dalam perang
enam hari, pengakuan semua negara di kawasan itu dan menyelesaikan secara
adil masalah pengungsi Palestina.
1968 Israel melancarkan serangan ke Libanon dengan sasaran pangkalan
pejuang Palestina di kamp pengungsi Karameh, namun kemudian dipukul mundur
oleh pejuang Palestina dan tentara Yordania.
1969 Yasser Arafat terpilih sebagai ketua Komite Eksklusif PLO.
1970 Karena kekuatan-kekuatan kelompok-kelompok gerilyawan Palestina di
Yordania semakin kuat dan berbagai pembajakan pesawat sebagai publikasi
perjuangan rakyat Palestina, menimbulkan permusuhan antara PLO dan Yordania,
karena negara itu sebagai basis PLO dikecam oleh opini dunia. Akibatnya
timbul
perang saudara antara PLO dengan Yordania dan berakhir dengan pengusiran
markas PLO dari Yordania ke Libanon.
1973 6 Oktober Mesir dan Syiria menyerang pasukan Israel di semenanjung
Sinai dan dataran tinggi Golan pada hari puasa Yahudi Yom Kippur, untuk
merebut kembali wilayahnya yang diduduki Israel. Pertempuran ini dikenal
dengan Perang Oktober.
1973 22 Oktober Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi 338, sebagi
perintah gencatan senjata, pelaksanaan resolusi 242 dan perundingan
perdamaian di Timur Tengah.
1974 PLO ditegaskan sebagi wakil yang sah dari bangsa Palestina dalam
sebuah konferensi puncak Negara-negara Arab di Rabat, Marokko.
1975 Kembali meletus perang saudara antar golongan di Libanon sebagai
buah dari bibit yagn ditanam dulu oleh imperialis dan Zionis.
1977 Presiden Mesir Anwar Sadat pergi ke Yerussalem tanpa berkonsultasi
dengan Liga Arab. Ia menawarkan perdamaian, jika Israel bersedia
mengembalikan seluruh semenanjung Sinai. Tindakan ini mengakibatkan
sistem Arab pecah menjadi beberapa kubu dan pertentangan pandangn
politiknya. Negara-negara Arab mengecam pemimpin Mesir itu sebagai
pengkhianat.
1978 September Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang
diprakarsai oleh Amerika Serikat. Perjanjian itu memberikan otonomi terbatas
kepada Rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan. Israel tetap menolak
perundingan dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Peristiwa ini
mengakibatkan Mesir terisolir dari gelanggang politik Arab.
1979 17 Menteri Luar Negeri yang secara kolektif merupakan dewan Liga Arab
membentuk Komite Solidaritas Arab mengatasi gejolak-gejolak perpecahan di
dalam sistem Arab.
1979 Ayatullah Khomeine memaklumkan Revolusi Islam di Iran yang
menumbangkan rezim Syah Reza Pahlevi.
1980 Israel secara sepihak menyatakan bahwa mulai musim panas 1980 kota
Yerussalaem yang didudukinya itu resmi sebagai ibukota Israel. Suatu Kesewe-
nangan yang kesekian kalinya menampar prinsip keadilan di bumi ini.
1980 Pecah perang Iran-Irak yang berkepanjangan sampai 8 tahun.
1982 Juni hingga Nopember Israel menyerang Libanon (mereka menamakan
operasi Galilea), dan bersama-sama milisi Phalangis membantai ratusan orang
Palestina di perkemahan kaum pengungsi Sabra dan Shatila di Beirut.
Pemimpin Phalangis Bashir Gemayel terbunuh.
1983 Kedutaan besar Amerika Serikat dan Markas Korps Marinir Amerika di
Beirut diledakan bom mobil bunuh diri.
1987 'Intifadah' - perlawanan oleh orang-orang Palestina tanpa senjata
terhadap tentara Israel mulai meledak di wilayah pendudukan Israel di Tepi
Barat dan Jalur Gaza.
1988 Des. Menlu Amerika, George P. Schultz membenarkan pembukaan dialog
dengan PLO setelah Arafat mau mengakui hak keberadaan negara Israel.
1989 Mei Perdana Menteri Israel, Yitzhak Shamir, menyerukan pengakhiran
keadaan perang antara negara-negara Arab dan Israel, dan pengakhiran boikot
Arab terhadap Israel, serta mengajukan rencana perundingan perdamaian Arab-
Israel, tetapi menolak berunding dengan PLO. Bulan September, Mesir
menawarkan diri sebagai tuan rumah perundingan awal antara Israel dan wakil-
wakil Palestina.
1989 Okt. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, James Baker, mengajukan
rencana lima butir perdamaian Timur Tengah, sebagai gabungan rencana Israel
dan Mesir untuk melaksanakan pertemuan tiga pihak, yakni Mesir, Israel dan
Amerika Serikat guna mengadakan perundingan Israel dan Palestina.
1990 Agustus Irak menyerbu Kuwait. Ketua PLO Yasser Arafat menyatakan
mendukung Presiden Irak Saddam Hussein. Terjadi lagi perpecahan dan
pergeseran persekutuan antar Arab menjadi dua kubu.
1991 Maret Presiden Amerika Serikat George Bush menyatakan berakhirnya
perang teluk dan membuka kesempatan bagi penyelesian konflik Arab-Israel.
1991 Okt. Negara-negara Arab dan Israel mengadakan perundingan di Madrid,
Spanyol dengan sponsor Amerika Serikat dan Uni Soviet, untuk menyelesikan
masalah konflik Arab-Israel.
1993 Sept. PLO-Israel menyatakan saling mengakui eksistensi masing-masing
dan Israel memberi hak otonomi kepada PLO kota Yericho dan Gaza.
Pengakuan itu mendapat reaksi kecaman keras dari pihak Radikal Israel maupun
kelompok kelompok Palestina yang tidak setuju.
dikutip dari:
Arab & Israel, Conflict or Conciliation
Penerjemah: Drs. Djamaluddin Albunny